IIC NEWS

Pertemuan dengan Pimpinan Pondok Modern Gontor

Pertemuan dengan Pimpinan Pondok Modern Gontor K.H Hasan Abdullah Sahal, Rektor Universitas Darussalam Gontor Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA dan Ketua Yayasan M. Akrim Mariyat pada tanggal 8 Oktober 2017 di IIC-London. Pertemuan ini diinisiasi oleh Pengajian Al-Nur London dan Al Ikhlas London bekerja-sama dengan IIC-London.

Memet P HasanPertemuan dengan Pimpinan Pondok Modern Gontor

Di London, 432 Masjid Dibangun, 500 Gereja Ditutup

Institut Gatestone Inggris telah merilis laporan yang cukup mencengangkan tentang penutupan gereja di Ibu Kota negara tersebut. Namun di balik penutupan gereja, pembangunan masjid justru terus berkembang dan seolah menggantikan gereja-gerja yang ditutup.

“London lebih Islami dibandingkan Muslim di negara lain,” ungkap Maulana Syed Raza Rizvi, salah seorang tokoh Islam yang kini memimpin apa yang disebut wartawan Melanie Phillips sebagai “Londonistan,” Beitbart melaporkan pada Ahad (2/4/2017).

“Teroris tidak akan tahan dengan multikulturalisme yang ada di London,” pungkas walikota London Sadiq Khan—yang juga seorang seorang Muslim—kala mengomentari serangan ‘teror’ baru-baru ini di Westminster.

Fakta yang ada di lapangan membenarkan Islam terus berkembang di London, tepat ketika gereja-gereja mulai ditinggalkan. Menurut laporan, “Londonistan” kini telah memiliki 423 masjid baru, mengantikan 500 gereja yang telah ditutup.

Sebagai contoh, Gereja Hyatt United telah dibeli oleh masyarakat Mesir dan akan diubah menjadi masjid. Gereja St Peter telah diubah menjadi Masjid Madina. Masjid Brick Lane dibangun di atas bekas Gereja Methodist.

Tak hanya bangunannya yang berubah, tetapi juga orangnya. Jumlah Mualaf di London dikabarkan telah naik dua kali lipat.

The Daily Mail pernah menerbitkan foto-foto dari gereja dan sebuah masjid yang berjarak hanya beberapa meter di jantung kota London. Di Gereja San Giorgio, yang dirancang untuk mengakomodasi 1.230 jamaah, ternyata hanya disi 12 orang ysng berkumpul untuk merayakan Misa. Di Gereja Santa Maria, juga hanya diisi oleh 20 orang.

Sedangkan Masjid Brune di Jalan Estate memiliki masalah yang berbeda yakni ‘kepadatan jamaah.’ Masjid dengan ruangan kecil dan hanya dapat berisi 100 orang, justru jamaah sampai ‘meluber’ dan tumpah ruah hingga ke jalan-jalan untuk Shalat Jumat.

Melihat tren yang terjadi saat ini, Kristen di Inggris tak lama lagi hanya akan menjadi peninggalan, sementara Islam akan menjadi agama masa depan. Subhanallah.(kl/im)

Sumber:
http://www.tribunislam.com/2017/04/di-london-432-masjid-dibangun-500-gereja-ditutup.html

Ahmad BukhoriDi London, 432 Masjid Dibangun, 500 Gereja Ditutup

Nonton Bareng Film IQRO di London

London – 23 April 2017, 5 – 8PM BST, atas inisiasi dari teman-teman KIBAR-UK, Pengajian Al-Ikhlas, Pengajian An-Nur, dan IIC, diadakan acara nonton bersama Film IQRO’. Acara diselenggarakan di Gedung ACE (Chemical Engineering) Ruang LT2, IMPERIAL COLLEGE LONDON, South Kensington Campus SW7 2AZ.

Dihadiri lebih kurang 30 peserta, ditambah artis dan kru Film, acara berlangsung meriah. Film yang sangat menginspirasi, ditengah hausnya masyarakat kita akan film-film islami yang mendidik terutama bagi generasi-generasi milenial saat ini. Semoga kedepan bisa muncul sineas2 Indonesia lainnya yang dapat menghadirkan film-film bermutu, penuh edukasi dan juga menghibur.. 🙂 Bersama kegiatan ini tidak lupa campaign & presentasi Rencana Pembangunan Masjid IIC yang disampaikan oleh Bapak Berry Natalegawa selaku ketua panitia pelaksana. Mohon doa dan dukungan kepada semua masyarakat agar segera dapat kita realisasikan bersama. Aamiin YRA.

Ahmad BukhoriNonton Bareng Film IQRO di London

Muslim Indonesia di London galang dana masjid

London (ANTARA News) – Umat Islam asal Indonesia di Inggris meluncurkan penggalangan dana untuk membangun masjid di London melalui situs kitabisa dan start-up yang ditangani oleh para mahasiswa dengan nama Muslim Experience.

Hal itu dilakukan dalam acara KIBAR Spring Gathering (KSG 2017) yang digelar di kota Birmingham, Inggris, demikian Ketua Keluarga Islam Britania Raya (KIBAR), Arif Abdullah kepada Antara London, Kamis.

Pada acara pertemuan Muslim Indonesia di Britania Raya yang digelar KIBAR hadir sekitar 500 orang. Hal itu menjadikan acara gathering atau pertemuan diaspora Indonesia tersebut menjadi yang terbesar di Inggris Raya, kata Arif Abdullah.

Dikatakan, peserta datang dari berbagai kota di Inggris Raya. Peserta terjauh dari Aberdeen di Skotlandia dan dari luar UK, seperti Ireland.

Acara bertema Managing Our Ummah Asset atau mengelola aset umat dengan pembicara tamu dari Indonesia Dr Eddy Iskandar, praktisi Bank Waqaf Internasional, memaparkan cara mengubah perspektif, mengenal potensi waqaf dan manajemen perubahan.

Dalam pertemuan ini juga dipaparkan penjelasan tentang Waqaf oleh Ebi Junaidi dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES UK) mahasiswa doktoral program Ekonomi dari Univerisity of Durham, sedangkan Zaid P Nasution, mahasiswa doktoral program Desentralisasi dan Tata Kelola Lingkungan dari University of Leeds menjelaskan mengenai Tanah Adat.

Ketua KIBAR Arif Abdullah, yang juga menjadi koordinator pelaksana pertemuan, menyampaikan sudah saatnya Muslim Indonesia bangun dari tidur panjangnya dan menyadari selama ini terlena dengan kemegahan ibu kota dan pembangunan tersentralisasi sehingga lupa mengelola aset umat seperti tanah wakaf, masjid, pesantren, pasar kampung, dan lain sebagainya.

Koordinator lokal Pengajian di kota Birmingham, Abdul Rauf mengatakan KIBAR Gathering yang merupakan perhelatan yang sudah berumur 28 tahun, menjadi tempat berkumpul diaspora Indonesia setiap dua kali dalam setahun.

Acara diisi dengan mabit” atau menginap malam sebelum dan malam sesudah acara yang menjadi sarana berinteraksi dan mengenal secara dekat peserta satu sama lain, dan juga diwarnai oleh kultum dari peserta.

Selain materi utama, ada pula sesi untuk muslimah, remaja dan anak-anak antara lain kegiatan mewarnai dan belajar pencak silat. Kegiatan remaja diisi dengan science project dan juga aktivitas outbound.

(H-ZG/T007/T007)
Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Unggul Tri Ratomo

 

Sumber:
http://www.antaranews.com/berita/625040/muslim-indonesia-di-london-galang-dana-masjid

Berita lainnya:

Ahmad BukhoriMuslim Indonesia di London galang dana masjid

3rd Anniversary Annisa Rebana Group

Happy 3rd Anniversary Annisa Rebana Group.. semoga bisa turut mewarnai jamaah Indonesian Islamic Centre – IIC- London dan sekitarnya dengan semangat ukhuwah dan keindahan Islam.. aamiin3x..

Bertempat di gedung IIC (www.iic-london.com), acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Ibu Lilis Rusmawan, dilanjutkan dengan pembacaan kalamul qur’an & saritilawah. Sambutan Ketua IIC oleh Bapak Memet Purnama Hasan dilanjutkan dengan Tausyiah oleh Bapak Ustadz Hamim Syaaf tentang bagaimana Islam sangat memuliakan wanita.

Dikisahkan satu2nya wanita yang mendapat salam langsung dari Allah SWT ialah isteri pertama nabi sekaligus wanita pertama yang masuk Islam, Siti Khadijah r.a. Juga dimana wanita dijadikan nama salah satu surat dalam Al-Qur’an.. An-Nisa..

Doa bersama, sambutan dari Ketua Annisa, Ibu Tati Hartati, kemudian dilanjutkan potong tumpeng diiringi sholawat dan lagu persembahan dari Annisa Rebana Group.. dan makan siang bersama dengan menu super lengkap.. alhamdulillaah.. 🙂

Tak kalah seru, adik-adik kita dari TPA An Nur, turut unjuk gigi tampil berani di depan jamaah, untuk melafaskan hafalan do’a dan surat2 pendek. Senang sekali semua mendapatkan hadiah kado bingkisan dari ibunda Ummi Afrah Afrah.. 🙂

Semoga kedepan jamaah bisa segera mewujudkan Masjid impian, masjid pertama milik jamaah Indonesia di London, sehingga kegiatan2 positif dan syiar seperti ini bisa selalu kita lestarikan sekaligus memakmurkan jamaah. Aamiin3x YRA..

IIC, 19 Februari 2017

Video Dokumentasi:

Video & album lainnya:
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10155037123002363.1073741871.610012362&type=3

support, infaq & wakaf: www.iic-london.com

Ahmad Bukhori3rd Anniversary Annisa Rebana Group

Silaturrahmi & Musyawarah Persiapan Pembanguan Masjid IIC

Hari ini IIC mengundang beberapa perwakilan Pengurus KBRI, Pengajian Al-Ikhlas, Pengajian An-Noor, KIBAR-UK, PPI London, PPI UK, Kelompok Annisa & pengajian Ibu-Ibu Hari Rabu di London. Agenda musyawarah dan sosialisasi program dilaksanakan setelah sebelumnya diawali dengan tausyiah dari Ustadz Hamim Syaaf tentang pentingnya persatuan ummat muslim hari ini, dilanjutkan kajian tentang Adab ber-Sosial Media oleh ustadz Joko Pebrianto dan dipandu oleh MC Sdr.Erik Erizal.

Setelah sholat ashar berjamaah barulah Musyawarah dimulai dan dipimpin langsung oleh Ketua IIC, Bapak Memet Purnanama Hasan. Semua jamaah yang hadir menyambut gembira pemaparan program-program yang ada. Beberapa usulan dan masukan positive disampaikan. Dan insyaallah dalam minggu ini akan dilaksanakan viewing calon gedung yang akan menjadi opsi lokasi pembangunan masjid. Baru setelah itu akan dilakukan kembali musyawarah selanjutnya untuk melengkapi kebutuhan kepanitiaan yang ada dan penggalangan dana.

Semoga acara ini bisa menyambung tali silaturrami, & ukhuwah antar lokal community dan juga jamaah muslim Indonesia di London dan sekitarnya.. aamiin3x..

www.iic-london.com

x

Ahmad BukhoriSilaturrahmi & Musyawarah Persiapan Pembanguan Masjid IIC

Belajar Membaca Al-Quran untuk Anak-Anak (TPA)

Alhamdulillah, TPA An-nur bekerjasama dengan IIC London sudah berhasil membuka kegiatan belajar membaca Al-Quran pada hari Ahad 5-Februari 2017. kegiatan TPA ini merupakan kegiatan dengan tanpa pungutan biaya (Free) sehingga bagi saudara-saudara maupun anak-anaknya yang ingin belajar membaca Alquran silahkan datang di TPA An-nur yang saat ini masih bertempat di gedung IIC 22 Wakemans Hill Avenue.

Salah satu misi IIC adalah mempunyai sebuah Masjid Indonesia di London dan kendala saat ini adalah kendala biaya. oleh karena itu donasi saudara-saudara Muslim Indonesia akan terus memberi manfaat bagi muslim Indonesia untuk terus melakukan kegiatan salah satunya TPA di London sehingga kelak kita dapak melakukan kegiatan madrasah di Masjid IIC dimana sudah menjadi cita-cita kita di masa datang. oleh itu donasi saudara-saudara akan terus bermanfaat dan menjadi amal jariyah tabungan di akhirat. untuk berdonasi silahkan langsung mengunjungi Website IIC London www.iic-london.com

Erizal Erik LugmanBelajar Membaca Al-Quran untuk Anak-Anak (TPA)

Perpisahan Koordinator Pengajian dan Perkenalan penggantinya

Perpisahan Koordinator Pengajian Masyarakat Indonesia di London dan Sekitarnya Bapak Dindin Wahyudin dan perkenalan Koordinator Baru Bapak Thomas Siregar tanggal 28 Januari 2017 bertempat di gedung Indonesian Islamic Centre London. Hadir dalam acara tersebut Bapak Rizal Sukma selaku Duta Besar RI di London beserta isteri Ibu Hana Satriyo. Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran kemudian tausiyah oleh Ustadz Hamim Syaaf, kemudian ramah-tamah yang ditutup dengan shalat Magrib berjamaah.

 

 

Memet P HasanPerpisahan Koordinator Pengajian dan Perkenalan penggantinya

Maulid Nabi di London diisi Barzanji

Masyarakat Indonesia di London, Ahad, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pembacaan barzanji dan lagu bernuansa Islami seperti Tala Al Badru Alayna diiringi dengan rebana.

Grup rebana para ibu ikut tampil dengan rebananya. Para ibu tersebut merupakan kelompok pengajian yang ada di Pusat Islam Indonesia (Indonesian Islamic Centre) di London.

Peringatan Maulud Nabi yang dimeriahkan dengan melantunkan puji-pujian berzanji serasa seperti suasana di Tanah Air. Model peringatan maulid tersebut seperti kebanyakan diadakan di masjid kampung, ungkap Nina, salah satu jamaah yang datang kepada Antara London, Minggu.

Peringatan Maulid Nabi ini diisi dengan tausiyah pertama oleh Murniati Mukhlisin, penulis dan konsultan Sakinah Finance mengenai keuangan keluarga. Murniati dosen di Essex University mengajak yang hadir untuk meneladani Rasulullah SAW dari semua aspek, bukan hanya dari segi masalah shalat dan puasa, tapi menyeluruh termasuk masalah keuangan.

Murniati mengupas masalah perencanaan keuangan keluarga, pencatatan dan penyelesaian utang, penyelesaian wasiat dan waris.

“Kali ini topiknya berbeda, saya ingin menyampaikan semangat yang lain supaya para keluarga Indonesia di London dapat pemahaman yang komprehensif tentang pengelolaan harta, supaya keluarganya senantiasa diberikan ketenangan (sakinah), tidak meletakkan harta di hati tetapi di tangan, karena itulah salah satu yang diajarkan Rasulullah SAW yang harus kita teladani,” ujar Murniati kepada Antara.

 

Pembicara kedua di acara peringatan maulid nabi ini adalah Ustadz Nurul Huda Haem, motivator dari Pesantren Motivasi Indonesia yang sedang berkunjung ke London. Ustaz yang dikenal dengan Ustaz Enha ini mengajak para hadirin untuk mempelajari kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam dawah Islam, dimana nabi pernah dihina, disakiti, hingga beberapa kali ingin dibunuh. Namuh Rasulullah menunjukan uswatun hasanah yang luar biasa. Rasulullah selalu menghadapi musuh Islam dengan cara yang makruf yaitu secara bijaksana dan baik.

Ustaz Enha bersama rombongan umrah baru napak tilas ke kota Tha’if yang berdekatan dengan Mekah. Pada saat Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah, beliau melewati kota Tha’if. Disitulah Rasulullah SAW dilempari batu- batuan hingga berdarah – darah dilempari penduduk disana yang tidak mau menerima Islam saat itu.

Tha’if merupakan sebuah kota yang subur, yang kini hampir semua kota di Saudi Arabia mendapatkan pasokan buah dan sayuran dari sana. (cn/ant)

Sumber:
http://www.katawarta.com/kesra/maulid-nabi-di-london-diisi-barzanji

 

More Photos:
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10154895434362363.1073741870.610012362&type=3

 

Ahmad BukhoriMaulid Nabi di London diisi Barzanji

Temu muka dengan Prof. Dr. Din Syamsuddin dan Duta Besar RI di London Dr. Rizal Sukma

Temu muka dan makan malam Pengurus IIC London dengan Prof. Dr. Din Syamsuddin dan Duta Besar RI di London Dr. Rizal Ramli pada tanggal 27 Nopember 2016 di kediaman Duta Besar Wisma Nusantara membicarakan keberadaan, visi dan misi serta penggalangan dana IIC-London dalam upaya membangun Masjid IIC-London. Prof. Dr Din Syamsuddin menyambut baik niat masyarakat muslim di London untuk memiliki suatu Islamic Centre yang ada Masjid didalamnya. Beliau memberi saran-saran terutama dalam menggalang dana dan akan menyiarkan niat ini di Indonesia. Duta Besar Dr. Rizal Sukma menambahkan perlunya country image melalui agama Islam Indonesia sesuai dengan dengan misi IIC-London bahwa muslim Indonesia yang cinta damai, anti kekerasan dan kriminalitas, radikalisme dan terorisme. 

dscn0184

 

 

Memet P HasanTemu muka dengan Prof. Dr. Din Syamsuddin dan Duta Besar RI di London Dr. Rizal Sukma